Taukah kamu, bahwa persebaran biji kopi di Indonesia di mulai pada jaman masuknya kolonial Belanda di Indonesia?. Pada saat itu, Belanda atas nama VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) mendarat di Jawa membawa kopi dari Malabar, India. Kopi yang pertama kali dibawa itu merupakan jenis arabika. Pada awalnya belanda berusaha membudidayakan tanaman biji kopi di Batavia, namun gagal. Meski gagal, mereka tidak menyerah dan mendatangkan bibit baru. Akhirnya usaha tersebut tidak sia-sia dan budidaya kopi di Indonesia berkembang dengan pesat. Belanda membuka ladang baru di beberapa daerah seperti Sumatera, Sulawesi, Bali, Timor, dan pulau-pulau lainnya. Perkembangan tersebut terus belanjut hingga sekarang. Tahun 2000-an, kopi Indonesia kembali melejit. Indonesia masuk dalam negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Keanekaragaman cita rasa kopi yang tumbuh di berbagai daerah di Indonesia diakui oleh mancanegara.

Taukah kamu, bahwa biji kopi yang di hasilkan di masing-masing daerah, memiliki ciri khas dan keistimewaannya masing-masing? Yuk kita bahas 5 jenis kopi yang tersebar di Indonesia, dimulai dari Kopi Aceh, Gayo..

1. Kopi Aceh, Gayo

Sudah sejak lama Aceh dikenal sebagai salah satu pemasok biji kopi arabika terbesar di Indonesia. Kopi Aceh Gayo biasanya dipanen di daerah dataran tinggi seperti Kabupaten Bener Meriah dan Gayo Lues.

Cita rasanya yang tidak terlalu pekat dengan kadar keasaman seimbang, membuat salah satu jenis-jenis kopi Indonesia ini banyak digemari, bahkan bagi mereka yang tergolong bukan penyuka kopi asam.

Umumnya, karakter rasa Kopi Gayo ini tidak jauh berbeda dengan jenis-jenis kopi Indonesia lainnya, seperti Kopi Sumatera. Hanya saja Kopi Gayo memiliki aftertaste atau rasa yang tertinggal di mulut setelah mencicipi kopi, cenderung lebih bersih. Sehingga kopi ini paling sering digunakan sebagai kopi house blend di berbagai kedai kopi kekinian.

Namun, baru-baru ini beredar kabar yang kurang mengenakan, dimana komoditas Kopi Aceh Gayo mendapat penolakan dari beberapa negara Eropa. Penyebabnya karena kopi tersebut diketahui mengandung zat kimia berbahaya glyphosate.

Sayangnya hingga berita ini diterbitkan, belum ada kejelasan pasti mengenai nasib Kopi Aceh Gayo, apakah benar memang mengandung glyphosate atau hanya permainan licik di pasar untuk menjatuhkan salah satu jenis-jenis kopi di Indonesia yang mendunia ini.

2. Kopi Kintamani, Bali

Jenis-jenis kopi Indonesia lainnya yang tak kalah menggugah selera adalah Kopi Kintamani Bali. Kopi ini berasal dari kawasan Kintamani, tepatnya pada ketinggian 900 mdpl.

Kopi Kintamani termasuk dalam jenis kopi arabika dengan tingkat keasaman yang jauh lebih rendah dibandingkan kopi robusta. Aroma jeruk dan sedikit rasa pahit dari jenis-jenis kopi Indonesia yang satu ini, membuatnya tampak berbeda dari jenis arabika lainnya. Muasal dari aroma jeruk tersebut muncul karena dulu petani Kopi Kintamani menanamnya berdekatan dengan kebun jeruk.

Bagi masyarakat Bali, cita rasa dari Kopi Kintamani diibaratkan bagai roda kehidupan manusia, yang mana harus merasakan pahit terlebih dulu kemudian merasakan manisnya sebuah pencapaian hidup. Salah satu jenis-jenis kopi Indonesia ini sudah banyak diekspor ke berbagai negara, salah satunya Amerika Serikat sejak tahun 1825 silam.

3. Kopi Toraja, Sulawesi

Kopi Toraja merupakan salah satu kopi Indonesia yang terkenal akan warna pekat dari biji kopinya dengan bentuk tidak beraturan. Sehingga bila disandingkan dengan berbagai jenis kopi lainnya di Indonesia, kamu pasti akan dengan mudahnya mengenali biji Kopi Toraja.

Kopi yang memiliki nama latin Celeber Kalosi ini cenderung memiliki aftertaste tidak terlalu pahit dan justru terasa seperti buah. Tidak hanya itu saja, Kopi Toraja asli Sulawesi juga memiliki aroma harum yang menyengat karena proses penanamannya berdampingan dengan tanaman rempah di sekitar kawasan Tanah Toraja.

Kini, salah satu jenis-jenis kopi Indonesia ini sudah banyak diekspor ke Jepang dan Amerika Serikat. Bahkan saking populernya di mata dunia, Kopi Toraja telah dipatenkan oleh Key Coffee, sebuah perusahaan kopi ternama asal Jepang yang menjualnya dengan nama produk yaitu Toarco Toraja.

4. Kopi Robusta, Temanggung

Kopi Robusta Temanggung memiliki cita rasa tembakau saat diminum, sehingga membuatnya sedikit berbeda dari jenis-jenis kopi Indonesia lainnya. Hal ini karena rata-rata petani Temanggung menanam kopi tersebut berdekatan dengan tanaman tembakau.

Kopi Robusta Temanggung biasanya dihasilkan oleh daerah Kaloran, Pringsut, Gemawang, dan Wonoboyo. Dimana kopi ini memiliki aroma yang lebih kuat dibandingkan dengan jenis robusta lainnya.

Produksi yang dilakukan secara terus-menerus membuat Kopi Robusta Temanggung kini berhasil diekspor sekitar 6000 ton ke berbagai negara, seperti Eropa, Australia, dan Korea.

5. Kopi Bajawa, Flores

Kopi Indonesia yang terakhir adalah Kopi Bajawa Flores. Kopi ini menjadi salah satu primadona di mata dunia sebab perpaduan aroma nutty dan tembakaunya yang begitu khas. Keunikan cita rasa dari Kopi Bajawa dipengaruhi oleh cara budidaya yang dilakukan petani lokal disana, dimana mereka menanamnya pada tanah yang mengandung abu gunung berapi.

Rata-rata Kopi Bajawa ditanam dengan ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut, tepatnya di kawasan perkebunan kopi Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kopi ini termasuk dalam jenis arabika, yang mana teksturnya cukup kental dengan paduan rasa sedikit asam.

Jadi bagiamana, sudahkah kamu mencoba berbagai cita rasa kopi Indonesia?. Tertarik untuk mencoba berbagai jenis kopi Indonesia di satu tempat? Aswa Coffee, mungkin akan memberi jawaban untuk kamu

Order Now
Hello, what Coffee would you like to Order ?