Untuk menghindari efek kemoterapi pada kanker, banyak cara yang sudah coba dilakukan oleg orang – orang. Kemoterapi atau biasa disebut kemo dikenal sebagai pengobatan untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi memiliki peranan penting dalam melawan sel kanker. Namun kita juga sering mendengar efek kemoterapi terhadap tubuh manusia.   Meski demikian, metode pengobatan ini juga memiliki efek samping yang tidak sedikit. Jenis pengobatan kemoterapi tentunya tergantung pada jenis dan lokasi kanker serta apakah kanker telah menyebar ke organ lain. Pengobatan kemoterapi juga bergantung pada faktor apakah Anda memiliki masalah kesehatan tertentu.

Pengobatan Kemoterapi dan Efek Sampingnya - Alodokter

Memerangi Sel-sel Berbahaya

Kemoterapi merupakan salah satu jenis pengobatan yang digunakan untuk menghancurkan sel kanker yang berbahaya bagi tubuh. Cara kerjanya adalah dengan menghentikan atau menghambat pertumbuhan sel kanker yang berkembang dan membelah diri dengan cepat. Tergantung kepada jenis kanker dan sudah sampai di stadium berapa.

Beberapa Efek Samping yang Mungkin Timbul

Kemoterapi merupakan pengobatan kanker yang efektif. Terbukti telah menyelamatkan jutaan jiwa. Namun, kemoterapi memiliki efek samping yang tidak kecil. Sulit untuk memprediksi seberapa berat seseorang akan mengalami efek samping dari kemoterapi, sebab tiap orang memiliki reaksi yang berbeda terhadap pengobatan tersebut.

Efek samping kemoterapi muncul karena obat-obatan tersebut tidak memiliki kemampuan membedakan sel kanker yang berkembang pesat secara abnormal dengan sel sehat yang secara normal juga memiliki perkembangan pesat. Misalnya sel darah, sel kulit, serta sel-sel yang ada di dalam perut akan mengalami efek negatif akibat kemoterapi. Berikut adalah efek samping yang bisa terjadi akibat kemoterapi:

  • Rambut rontok.
  • Nyeri.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Mulut terasa asam atau pahit.
  • Mual dan muntah.
  • Sesak napas dan kelainan detak jantung akibat anemia.Kulit kering dan terasa perih.
  • Pendarahan seperti mudah memar, gusi berdarah, dan mimisan.
  • Sering terkena infeksi.
  • Sulit tidur.
  • Gangguan psikologis seperti depresi, stres, dan cemas.
  • Gairah seksual menurun dan gangguan kesuburan (infertiltas).
  • Rasa lelah dan lemah sepanjang hari.
  • Konstipasi atau diare.
  • Sariawan.

Nah, sebagai pilihan, banyak juga orang yang menggunakan ramuan – ramuan tradisionla untuk menghindari efek kemoterapi. Pengobatan tradisional sudah ada sejak jaman dahulu kala. Sebagai contoh tanaman herbal yang diyakini dapat menyembuhkan penyakit kanker adalah :

1. Daun sirsak

Banyak riset yang mengklaim daun sirsak memiliki sifat antikanker. Penelitian yang diterbitkan dalam penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Cancer Prevention, misalnya. Riset tersebut mengklaim kandungan zat annonaceous acetogenins yang terdapat dalam daun sirsak, dapat menghambat perkembangan sel kanker. Penelitian dari Universty of Nebraska Medical Center juga melaporkan hasil serupa. Menurut peneliti, ekstrak daun sirsak membantu menghambat pertumbuhan hingga mematikan sel kanker pankreas. Berbagai penelitian lainnya juga menyebutkan daun sirsak mempunyai zat antiradang dan antibakteri, yang dapat membantu meringankan efek samping kemoterapi dan pengobatan kanker lainnya. Baca juga: Beragam Manfaat Buah Sirsak untuk Kesehatan Sayangnya, bukti ilmiah tentang manfaat daun sirsak untuk mengobati atau mencegah kanker sampai saat ini masih kurang kuat. Temuan dalam riset tersebut masih dugaan awal, karena hanya berlandaskan pada uji kultur sel di laboratorium. Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menerapkan pengobatan dengan ekstrak daun sirsak untuk pasien kanker yang sedang menjalani pengobatan.

 

3. Bawang putih

Bawang putih digadang sebagai obat kanker herbal karena mengandung ajoene, zat pengikat sulfur yang bekerja memperlambat produksi sel-sel kanker. Sifat anti-kanker dari bawang putih juga sebagian besar berasal dari kadar sulfida organik dan polisulfidanya yang tinggi. Para ilmuwan percaya zat dalam bawang putih dapat membunuh sel-sel kanker dan mengganggu metabolismenya. Ekstrak dari bawang putih matang dapat mencegah dampak negatif dari karsinogen pada DNA, mendukung sistem kekebalan tubuh, membantu eliminasi karsinogen, dan meningkatkan efektifitas enzim detoksifikasi. Baca juga: Olahraga yang Dianjurkan untuk Pasien Kanker

4. Kunyit

Kunyit mengandung senyawa kurkumin yang tinggi. Senyawa tersebut merupakan antioksidan dan zat anti-kanker yang diklaim efektif dalam menghambat perkembangan dan perluasan kanker paru, kanker payudara, kanker kulit, dan kanker lambung. Penelitian mengungkapkan, kurkumin dapat menghambat pertumbuhan kanker di setiap stadium, termasuk inisisasi, perkembangan, dan perluasannya. Kunyit juga dapat meningkatkan kadar antioksidan alami dalam tubuh.

5. Teh hijau

Teh hijau mengandung senyawa polifenolik yang berperan penting sebagai obat kanker herbal. Berbagai penelitian telah membuktikan, teh hijau efektif dapat melawan tumor dan mutasi genetik. Epigallocatechin (EGGG), suatu polifenol yang terdapat dalam teh hijau mampu melindungi sel dari kerusakan DNA yang disebabkan oleh spesies oksigen yang reaktif. Studi pada hewan menunjukkan, polifenol dalam teh hijau tidak hanya mencegah pembelahan diri sel kanker, tetapi juga menyebabkan kerusakan dan membunuh sel-sel tumor. Efektivitas teh hijau melawan tumor juga diamati pada pasien kanker usus besar dan lambung. Meski manfaat tanaman tersebut terlihat menggiurkan, pengobatan herbal semacam ini hanya sebagai terapi pendukung dan upaya promotif dalam menjaga kesehatan tubuh. Tanaman-tanaman tersebut belum melalui uji klinis yang sebenarnya untuk memastikan kesahihannya sebagai penyembuh suatu penyakit. Baca juga: Bagaimana Harus Bersikap jika Divonis Kanker?

6. Kopi

Penelitian tertentu menunjukkan bahwa konsumsi kopi mengurangi insiden kanker usus besar, endometrium, dan hati. Fitokimia yang ada dalam kopi memungkinkan hal ini, antara lain theobromine, asam klorogenat dan asam quinic. Tapi bukan kopi kekinian yang dicampur gula aren dan boba ya!

Berdasarkan analisis dari 400 penelitian soal kopi, ditemukan ambang batas maksimal kafein yang mampu ditolerir tubuh dalam satu hari adalah 400 miligram. Jumlah tersebut setara dengan 3 gelas kopi ukuran sedang.

“Satu gelas kopi mengandung 75 hingga 165 miligram kafein. Karena itu jika Anda penikmat kopi, pastikan tidak melebihi ambang batas maksimal untuk menjaga kesehatan,” tutur peneliti, dikutip dari Reuters.

Nah, tak kita sangka bukan bahwa minuman yang sering kita minum sehari – hari ini ternyata juga punya efek yang baik untuk ksehatan kita dalam mencegah kanker. Yuk yang mau order kopi enak dam murah bisa langsung saja ke https://aswacoffee.my.id   

Yuk, sehubungan dengan hari kanker sedunia ini, kita kirim teman – teman kita dengan kebaikan. Kirimkan kopi  botalan https://aswacoffee.my.idkepada orang kesayangan kamu/

Baca juga artikel kita :https://aswacoffee.my.id/tubuh-ramping-dan-ideal/

Order Now
Hello, what Coffee would you like to Order ?