Select Page

Bukan hanya nikmat, kopi juga mengandung segudang khasiat, jadi tak heran jika banyak orang harus minum kopi secara rutin. Menikmati kopi di kafe sambil bercengkrama dengan sahabat mungkin sudah menjadi aktivitas yang rutin dilakukan. Tidak heran jika belakangan banyak kedai kopi yang mulai bermunculan di mana-mana.

Banyak sekali varietas kopi yang tersebar di seluruh dunia, tak kenal maka tak sayang, maka sebagai pencinta kopi kalian juga harus tahu juga jenis dan karakter kopi yang kalian minum. Bagi para pecinta kopi, pasti sudah tidak asing dengan jenis kopi robusta dan kopi arabica, karena kedua jenis varietas kopi ini memang cukup populer di Indonesia bahkan seluruh dunia.

Lalu hal apa saja yang membedakan dari kedua jenis kopi ini? Untuk itu, kami sajikan beberapa informasi yang berkaitan dengan apa saja perbedaan kopi arabika dan robusta. Semoga bisa menambah wawasan Kalian agar tidak hanya menyesapnya saja, simak dulu ulasannya berikut ini, yuk!

Asal Usul Kopi Arabika dan Robusta

History sejarah coffee kopi arabica arabika robusta

Hampir semua literatur mengatakan bahwa tanaman kopi arabika pertama kali ditemukan di Ethiopia. Kemudian, kopi dipopulerkan menjadi minuman dan disebarkan ke penjuru dunia oleh orang-orang Arab.

Orang-orang Eropa mulai mengenal kopi sekitar abad ke-16 melalui pelabuhan Mocha di Yaman. Mereka mencoba membudidayakan di negerinya sendiri tapi sering kali gagal karena tanaman kopi tidak bisa tumbuh baik di sana. Beberapa negara di Eropa lantas membawa tanaman ini ke daerah lain, salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan tanah koloni atau jajahannya.

Sementara asal usul kopi robusta bisa menjadi minuman yang populer tidak lepas dari peran Indonesia. Pada awal abad ke-20, Belanda membawa tanaman asli Afrika ini secara besar-besaran ke Indonesia untuk dibudidayakan.

Pembudidayaan kopi robusta oleh Belanda ini adalah untuk menggantikan arabika yang terserang wabah karat daun atau Hemileia vastatrix. Tanaman arabika sangat rapuh terhadap hama ini, sedangkan robusta memiliki daya tahan yang lebih kuat. Pada saat itu, Indonesia pun sempat menjadi ladang pengekspor kopi terbesar di dunia.

Lokasi Tanam Kopi

lokasi tempat tanam perbandingan coffee kopi arabica arabika robusta

Tanaman kopi arabika tumbuh di daerah dengan ketinggian 700-1700 mdpl. Kawasan ini terbilang dataran tinggi dengan suhu yang sejuk antara 16-20 derajat Celsius. Jika jenis kopi arabika ditanam di dataran kurang dari 700 mdpl maka tanaman akan lebih rentan terkena penyakit daun karat atau Hemileia Vastatrix (HV). Ini menyebabkan tanaman tak tumbuh optimal.

Sementara tanaman kopi robusta dapat tumbuh di daratan rendah yakni di bawah 700 mdpl. Jenis kopi robusta berbuah pada suhu udara yang lebih hangat. Meskipun biji kopi yang dihasilkan terbilang banyak tapi tanaman kopi robusta lebih rentan diserang serangga hama. Oleh karena itu, produksi kopi Robusta per hektar pun lebih banyak, dan membutuhkan biaya produksi yang cukup rendah.

Bentuk Biji Kopi Arabika dan Robusta

biji bean bentuk perbandingan coffee kopi arabica arabika robusta

Meskipun terlihat sama, kedua jenis biji kopi tersebut memiliki bentuk yang berbeda. Kopi arabika memiliki bentuk ukuran yang agak besar. Biji arabika juga sedikit memanjang dan agak pipih dan garis lipatan tengahnya lebih tegas.

Biji kopi spesies Robusta ukurannya lebih kecil dibanding biji kopi arabika. Tidak hanya kecil, umumnya lebih bundar. Warnanya pun lebih pucat, dan lipatan di bagian tengahnya kurang terlihat jelas.

Rasa Dan Aroma Kopi

aroma rasa perbandingan coffee kopi arabica arabika robusta

Arabika punya cita rasa yang lebih kaya. Varietas kopi ini punya rasa manis, kecut, asam, sedikit pahit, dengan body yang lebih seimbang. Kopi ini punya varian aroma dan rasa yang sangat variatif. Biji kopi Arabika juga cenderung punya notes yang lebih manis dan halus; seperti gula, buah-buahan, dan buah beri. Rasa dan aroma kopi arabika juga mendapat pengaruh dari tanaman di sekitarnya, misalnya di sekitar kebun kopi ada tanaman rempah maka kopi juga akan menghasilkan semburat rasa rempah.

Saat sudah disangrai, kopi arabika mengeluarkan semburat aroma wangi mulai dari bunga, buah hingga kacang-kacangan. Saat dicicip kopi arabika punya rasa yang tak kalah kaya, kandungan gula yang lebih tinggi pada kopi arabika menjadikan kopi ini terasa manis dan asam.

Sementara kopi robusta cenderung memiliki rasa yang menyerupai kacang-kacangan, kasar, dan lebih pahit dibandingkan dengan arabika. Jenis ini kurang populer untuk dikembangkan layaknya arabika. Paling hanya diambil daya tahan tanamannya dengan cara disilangkan dengan arabika sehingga menghasilkan varietas hibrida.

Sebelum disangrai, biji kopi robusta memiliki aroma seperti kacang-kacangan namun ketika sudah disangrai aromanya tak terlalu nikmat, demikian juga saat sudah diseduh. Tapi soal rasa, kopi robusta cocok buat pencinta kopi strong.
Oleh karena rasa kopinya yang begitu kuat dan pahit, sangat cocok dijadikan minuman yang bercampur dengan susu. Selain itu, robusta juga merupakan bahan baku yang sering digunakan untuk produksi kopi instan.

Kadar Kafein Pada Kopi

kafein caffeine perbandingan coffee kopi arabica arabika robusta

Kopi arabika memiliki kandungan kafein di kisaran 0,9-1,4 persen. Jumlah kafein yang cenderung rendah ini membuat kopi arabika terasa lembut dan tidak pekat saat sudah diseduh. Kopi arabika juga terbilang nyaman di lambung jadi bagi yang memiliki masalah pada lambung, coba pilih jenis kopi arabika.

Sementara kopi robusta mengandung kafein yang cukup tinggi. Kafein pada kopi robusta ada di kisaran 1,8-4 persen. kadar kafein dalam kopi Robusta lebih tinggi ketimbang Arabika. Inilah yang membuat cita rasanya jadi lebih pahit. Bagi kalian yang suka mengonsumsi kopi agar tetap terjaga di malam hari, minumlah kopi Robusta.

Harga Kopi Arabica Dan Robusta

harga price perbandingan coffee kopi arabica arabika robusta

Kedua jenis kopi ini juga memiliki rentang harga yang berbeda. Karena sulit dibudidayakan, tak heran jika harga biji kopi Arabica cenderung lebih mahal. Tak hanya sulit dibudidayakan, dalam setahun tanaman Arabica menghasilkan lebih sedikit biji kopi dibanding biji kopi Robusta. Selain sulit, kopi Arabika yang karakter rasanya lebih variatif. Semakin unik karakter rasa kopi arabika maka semakin mahal juga harganya, apalagi kalau ketersediaannya juga terbatas.

Robusta memiliki harga yang lebih murah dari arabika. Hal ini disebabkan karena kepopuleran robusta kalah dibandingkan dengan arabika yang memiliki aneka ragam varietas. Selain itu, perawatan dan pembudidayaan robusta juga lebih mudah dibanding arabika. Kopi robusta biasa dibanderol dengan harga yang relatif stabil daripada kopi arabika. Alasannya karena kopi robusta punya rasa yang cenderung sama. Kopi robusta lebih banyak dijual dalam bentuk bubuk siap seduh.

Kalau dibandingkan, harga kopi Arabika bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat lebih tinggi daripada Robusta. Sebagian besar kopi Arabika juga merupakan specialty coffee yang berkualitas tinggi.